Hewan Dengan Tiga Klopak Mata

Hewan Dengan Tiga Klopak Mata

Informasiunikdunia.web.id –  Mata hewan yang biasanya kita temukan adalah bentuk yang sangat berbeda. Ada orang yang terlihat marah dan tampak mengancam seperti harimau. Ada juga yang jernih dan tenang seperti beberapa burung. Menurut penelitian yang dilaporkan oleh Thescienceexplorer.com, bentuk dan fungsi mata beberapa spesies telah bervariasi dan berevolusi dengan cara yang kompleks sejak ditemukan 540 juta tahun yang lalu.

Berikut ini deretan fauna pemilik mata unik:

Bintang Laut
Penggemar serial kartun Spongebob Squarepants pasti sudah akrab dengan sobat sang lakon bernama Patrick. Ya, di dunia nyata Patrick adalah bintang laut. Banyak orang tidak memperhatikan binatang berwarna merah muda ini sebenarnya juga punya mata. Jumlahnya ada lima, satu di setiap ujung lengannya.

Laba-laba berwajah raksasa
Fauna ini disebut punya enam mata. Namun saat diperhatikan sekilas, yang nampak hanya sepasang alias dua buah saja karena ukurannya relatif besar dibandingkan mata lainnya. Penglihatan malam mereka bisa 100 kali lipat lebih baik dibandingkan manusia. Bukan karena ukuran mata mereka yang besar semata, melainkan juga adanya lapisan sel yang peka cahaya yang melapisinya. Selaput ini sangat peka cahaya sehingga hancur saat pagi menjelang dan baru muncul lagi begitu gelap tiba.

Capung
Serupa dengan berbagai jenis serangga lainnya, capung juga dikaruniai mata majemuk yang tersusun dari 30.000 ommatidia. Namun, mata capung lebih kompleks dibandingkan serangga lainnya. Mata mereka ukurannya cukup besar hingga hampir seukuran kepalanya. Selain itu, keunikan lain mata capung adalah bidang pandangnya yang bisa 360 derajat. Fauna ini juga dibekali organ ocelli seperti milik bintang laut, sehingga mereka bisa mendeteksi pergerakan supercepat hingga sepersekian detik.

Sotong
Sotong punya mata berbentuk huruf “W” yang unik dan juga kuat. Walaupun indra penglihatannya tidak bisa digunakan untuk mengenal warna alias buta warna, namun mata sotong yang telah berevolusi disebut sangat jago polarisasi.

Baca juga : Babi Berbulu Domba Kok Bisa Ya

Bunglon
Fauna ini memiliki mata paling unik di antara binatang lainnya. Kelopak mata bunglon membentuk sejenis lingkaran yang mengelilingi sekujur bola matanya dan hanya menyisakan satu lubang seukuran jarum untuk melihat.

Sepasang mata bunglon juga unik lantaran masing-masing bisa bergerak sendiri-sendiri dan mampu melihat dalam bidang pandang 360 derajat. Kemampuan ini membuat bunglon bisa melihat ke dua tempat berbeda sekaligus.

Tokek Jenis Ekor Daun (Leafed Tailed Gecko)
Hewan ini memiliki kemampuan kamuflase, bukan dengan kulitnya, tetapi dari matanya. Tokek ini memiliki pola mata yang unik dan rumit dan juga indah sehingga bisa dijadikan sebagai kamuflasenya di batang pohon.

Tarsius
Primata dengan tubuh yang kecil ini memiliki mata yang sangat besar dan juga memiliki night vision yang hebat. Bisa dikatakan dalam berburu mangsanya, Tarsius mengandalkan matanya dan juga pergerakan lehernya yang bisa 180 derajat bisa memutar.

Udang Mantis
Di dalam mata udang ini terdapat mata lagi sehingga mata udang ini tersusun dari mata yang lebih kecil atau disebut faset. Udang Mantis memiliki 10.000 faset. Dari 10.000 faset ini Udang Mantis dapat membedakan 100.000 warna yang berbeda. Padahal manusia memiliki kemampuan membedakan dalam 1.000 warna.

Babi Berbulu Domba Kok Bisa Ya

Babi Berbulu Domba Kok Bisa Ya

Informasiunikdunia.web.id – Dikutip d’d’Artagnan, Jumat (12/4/2015), mangalitsa atau nama lain Mangalica adalah babi Hungaria langka dengan bulu keriting mirip dengan domba. Bulunya bisa hitam atau merah, tetapi lebih sering pirang.

Babi umumnya memiliki bulu pendek, ras babi lainnya yang memiliki bulu panjang adalah jenis Lincolnshire Curly Coat dari Inggris, yang kini sudah punah.

Karena itu, mangalitsa merupakan babi terakhir berbulu domba, dan hampir punah pada 1990-an– saat ini spesiesnya hanya tersisa kurang dari 200 ekor.

Pengembangbiakan mangalitsa dimulai pada 1830-an, di kerajaan Austro-Hungarian. Archduke Joseph Anton Johann, anak ketujuh Kaisar Roma Leopold II menerima sejumlah babi jenis Sumadija dari pangeran Serbia dan mengawinkannya dengan babi Bakony dan Szalonta. Hasilnya, mangalitsa memiliki bulu keriting dan cenderung lebih gendut.

Awalnya, babi dipersiapkan untuk menjamu kerajaan Habsburg. Namun karena rasanya yang lezat, babi ini sangat populer, sehingga pada akhir Abad ke-19 menjadi spesies babi utama di Eropa.

Babi mangalitsa tidak sulit dipelihara, karena tidak membutuhkan perawatan khusus. Mangalitsa memiliki kemampuan alami menggemukkan tubuh, bahkan merupakan jenis babi tergemuk di dunia dengan lemak mencapai 65 sampai 70 persen berat tubuh.

Baca juga : Katak Kayu Membeku Tetap Hidup

Dagingnya dianggap merupakan daging babi terlezat di dunia, daging mangalitsa kemerahan, berbercak lemak putih, dan kaya asam lemak omega-3 dan antioksidan alami.

Ini karena diet alami hewan itu, yang memakan tumbuhan hutan, gandum, jagung, dan jelai. Lemak mangalitsa juga mengandung lemak jenuh lebih banyak.

Dari awal Abad ke-19 sampai 1950-an, babi mangalitsa merupakan ras babi terpopuler di Hungaria. Lemak dan produk olahan dagingnya merupakan produk paling diminati di pasar Eropa. Sebelum adanya minyak sayur, lemak mangalitsa juga diminati untuk minyak memasak dan produksi lilin, sabun, dan kosmetik.

Namun, pada pertengahan Abad ke-20, mangalitsa turun pamor. Pasalnya, orang-orang sudah tahu bahwa lemak jenuh bahaya untuk kesehatan. Akibatnya, pengembangbiakan babi menurun, digantikan dengan ras babi yang lebih rendah kadar lemaknya.

Pada akhir 1970-an, babi mangalitsa di Austria hanya bisa ditemukan di penangkaran dan kebun binatang, dan kurang dari 200 ekor di Hungaria.

Namun, pada pertengahan 1980-an, minat terhadap Mangalitsa kembali muncul. Pada 1994, Hungarian National Association of Mangalica Pig Breeders dibangun untuk melindungi ras ini. Selama 20 tahun terakhir, sosis mangalitsa dengan paprika menjadi hidangan Hungaria yang diminati.

Hari ini, ada lebih dari 8.000 peternakan babi di Hungaria yang memproduksi 60.000 babi mangalitsa setiap tahunnya. Walau masih masuk kategori spesial dan terbatas, babi mangalitsa tidak akan segera punah.

Katak Kayu Membeku Tetap Hidup

Katak Kayu Membeku Tetap Hidup

Informasiunikdunia.web.id – Ia mampu bertahan di musim dingin dengan suhu ekstrem di bawah nol derajat celcius. Anehnya, cara dia bertahan di bawah suhu yang mencapai titik beku justru dengan membekukan dirinya sendiri. Bahkan detak jantungnya berhenti.

Katak Kayu Alaska (Alaskan Wood Frog)
Belum ditemukan hewan lain yang memiliki kemampuan bertahan di musim dingin sekuat katak jenis ini. Dikutip dari Oddity Central, selama musim dingin katak tersebut berhibernasi dengan membiarkan lebih dari 60 persen bagian tubuhnya membeku.Bahkan paru-parunya berhenti bekerja dan ia berhenti pula bernafas. Kemudian jantungnya berhenti berdetak. Aktifitas metabolisme dalam tubuhnya juga ikut berhenti. Namun ajaibnya, setelah tiba musim semi katak tersebut dapat segera hidup kembali.

Kok Bisa Dia Padahal Udah Membeku Tapi dia Tidak Mati ?

Cara kodok kayu menghindari beku adalah dengan menggunakan apa yang disebut dengan cryoprotecants, larutan yang menurunkan temperatur membeku dari jaringan tubuh hewan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah glukosa (gula darah) dan urea. Keduanya diketahui terdapat dalam konsentrasi lebih tinggi pada kodok yang tinggal di Alaska dibanding mereka yang tinggal lebih ke selatan.

Baca juga : Misteri Jaring Laba-Laba Super Kuat Teerpecahkan

Meningkatnya level cryoprotectant membantu sel kodok untuk bertahan. Di sebagian hewan, paparan jangka panjang terhadap temperatur di bawah nol bisa menyebabkan penyusutan sel, sebuah proses pembentukan es di jaringan tubuh hewan, menarik air dari sel tubuh dan menghisapnya menjadi kering hingga pada akhirnya membunuh sel yang bersangkutan. Tetapi cryoprotectant mampu membantu sel menghadang penyusutan tersebut. Larutan itu cenderung menekan titik beku jaringan tubuh.

Katak Kayu Alaska membatasi jumlah es yang bisa terbentuk di bagian manapun dari tubuh. Semakin banyak larutan cryoprotective yang bisa diakumulasikan, semakin sedikit pula es akan terbentuk, dan akhirnya semakin berkurang pula tekanan terhadap sel dan jaringan tubuh. Seorang Ilmuan bernama Costanzo dan timnya juga mendeteksi adanya larutan misterius di kodok pohon utara yang tidak dimiliki oleh spesies yang sama yang tinggal di Ohio dan akan melakukan studi lebih lanjut untuk memastikannya.

Misteri Jaring Laba-Laba Super Kuat Teerpecahkan

Misteri Jaring Laba-Laba Super Kuat Teerpecahkan

Informasiunikdunia.web.id – Setelah berbulan-bulan mempelajari puluhan ribu gen sutra laba-laba di laboratorium biologi molekuler di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, hasil kerja keras Benjamin F. Voight terbayar. Profesor Fakultas Genetika dan Sistem Farmakologi dan Terapi Translasional ini berhasil memecahkan misteri biologis yang belum terungkap dalam lima puluh tahun terakhir.

Misteri itu adalah bagaimana struktur gen sutra laba-laba bisa menghasilkan jaring yang lebih kuat ketimbang jaring baja. Riset sebelumnya mandek karena peneliti harus mengidentifikasi dan menyusun karakter gen sutra laba-laba dari puluhan ribu spesies.

“Ini sebuah tugas yang sebanding dengan memecahkan jutaan jejeran teka-teki silang, dengan sedikit petunjuk mengenai bagaimana potongan-potongan ini saling cocok atau identik,” kata Voight, yang menggambarkan sulitnya riset, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Genetics dua pekan lalu itu.

Hal itu memang sulit, dan semua harus dimulai dari nol. Voight dan sepuluh koleganya pertama kali mengurutkan, lalu mengumpulkan genom laba-laba jenis golden-orb weaver (Nephila clavipes) yang merupakan pemintal benang sutra berkualitas baik, yang menghasilkan 28 varietas protein sutra. Dalam genom yang berukuran sama besar dengan genom manusia, para peneliti mengidentifikasi lebih dari 14 ribu gen yang dikenal sebagai spidroin.

Sebelumnya, spidroin telah diklasifikasikan dalam tujuh kategori sesuai dengan urutan protein dan fungsinya, seperti untuk meringkus mangsa, mengikat pasangan untuk kawin, dan menghindar dari terkaman predator. Namun, dalam penelitian ini, ternyata mereka menemukan beberapa spidroin baru yang tidak sesuai dengan kategori ini. Hal itu menunjukkan protein sutra yang dikodekan mungkin memiliki fungsi baru atau kategori yang ada perlu didefinisikan ulang.

Baca juga : Hewan Dengan Tubuh Transparan

Analisis komputasi yang ekstensif dari gen spidroin orb-weaver mengungkap hampir 400 sekuen singkat yang muncul berulang kali dalam gen ini dengan variasi kecil dan kombinasi yang berbeda. Pengulangan motif spidroin ini sangat menarik karena mereka mungkin sekali memberikan sifat utama dari sutra laba-laba yang sudah dikenal, seperti kuat diregangkan, fleksibilitas, atau lengket.

Namun, kejutan terbesarnya, menurut anggota tim peneliti, Ingi Agnorsson, adalah penemuan salah satu spidroin yang disebut orb-weaver—FLAG-b, yang tampaknya diproduksi, terutama di kelenjar getah bening. “Temuan ini mengisyaratkan fungsi baru untuk sutra terhubung saat menangkap mangsa, mencegah gerak, atau menjaga diri dari serangan luar,” ujarnya.

Dalam analisis mereka terhadap data genom, Voight dan rekannya juga mengidentifikasi 649 gen yang mungkin bukan gen spidroin, tapi sangat diekspresikan dalam kelenjar sutra. Gen ini diduga memiliki peran dalam mengubah sutra cair dari sel laba-laba menjadi benang padat dan bisa dimuntahkan. “Semua informasi baru ini harus memajukan usaha kami untuk menangkap sifat luar biasa dari sutra ini dalam bahan buatan manusia,” kata Voight.

Hasil penelitian ini tentu menggembirakan. Salah satunya bisa diterapkan dalam kehidupan manusia dan dalam aplikasi perangkat medis dan industri. Sejauh ini, hasil dari penelitian membuktikan benang sutra laba-laba cenderung tidak merusak sistem kekebalan tubuh manusia dan beberapa bahkan menghambat bakteri dan jamur.

Kelebihan lain adalah sutra ini dapat bertahan baik saat ditanamkan di jaringan untuk jahitan, dapat terurai secara alamiah, bahkan sudah digunakan untuk membuat senar biola. Sutra bisa juga digunakan untuk keperluan, bahan pakaian antipeluru, pakaian ringan tahan aus, serta panel bebas karat pada kendaraan bermotor.

Kejutan berikutnya tentu masih ada. Sebab, riset Voight sendiri belum tamat. Kini, mereka tengah mengurut genom laba-laba lain, yakni Bark Darwin (Caerostris darwini), yang telah dikenal kemampuannya merentangkan jaring melintasi sungai.

Para ilmuwan juga sedang memproduksi sutra dengan cepat di laboratorium dari sekuen DNA spidroin untuk mengungkap sekuen hingga motif mereka mengkode sifat biologis dan fisik sutra.

Hewan Dengan Tubuh Transparan

Hewan Dengan Tubuh Transparan

Informasiunikdunia.web.id – Serta beberapa hewan transparan memiliki teknik dan mekanisme spesifik berikut. Jika yang Anda tahu adalah bahwa hewan transparan hanyalah ubur-ubur, maka Anda salah. Di sini ada hewan transparan yang unik.

Kupu-kupu Sayap Transparan (Glasswing butterfly)
Greta oto adalah sejenis kupu-kupu sayap transparan termasuk dari subfamili Danainae. Sayap transparan ini memiliki ukuran sekitar 5-6 cm. Nama paling umum dalam bahasa Inggris adalah “ Glasswing butterfly”. Jaringan antara urat sayapnya terlihat seperti kaca, karena tidak memiliki sisik berwarna seperti ditemukan di kupu-kupu lainnya. Bagian dari sayapnya terkadang diwarnai dengan merah atau oranye sedangkan tubuhnya berwarna gelap.

Cumi Transparan (Ancistrocheirus lesueurii)
Dengan nama ilmiah Ancistrocheirus lesueurii, cumi bertubuh transparan ini ditutupi dengan bintik-bintik sel pigmen di seluruh kulitnya. Dengan mata yang bercahaya, mereka dapat di temukan di seluruh lautan tropis dan sub tropis pada kedalaman 200 hingga 1000 meter.

Ikan Surgeon Transparan (Juvenile Surgeonfish)
Ikan transparan ini adalah Bayi Surgeonfish. Mereka dapat di temukan di perairan sekitar Selandia Baru. Percaya atau tidak, ikan ini adalah sepesies yang sama dengan ikan Dory di film animasi Finding Nemo, mereka dapat tumbuh hingga 30 cm.

Semut Transparan (Monomorium pharaonis)
Dikenal dengan nama semut Firaun, hewan ini memiliki ukuran yang sangat kecil hanya 2mm. Memiliki tubuh hampir transparan berwarna kuning muda dengan wana merah hitam pada perut. semut dewasa memiliki sayap, namun sayap akan menghilang usai kawin. Selama hidupnya ratu semut Firaun bisa bertelur hingga 3500 butir. dalam sarang semut Firaun terdapat beberapa ratu, mereka biasanya membangun sarang di dinding, lemari void, isolasi kulkas, tirai, lipatan pakaian, seprai, dan ruang gelap lainya.

Baca juga : Masjid Terapung di Tengah Lautan

Ikan Berkepala Transparan (Macropinna Microstoma)
Dikenal juga sebagai Barreleye atau spook fish, merupakan ikan laut termasuk dari keluarga Opisthoproctidae dan dapat ditemukan di perairan tropis beriklim di Atlantik, Pasifik, dan Samudra India. Ikan ini diberi nama dari bentuk matanya, yang terletak di dalam kepala, dapat melihat lurus ke atas sambil berenang untuk mendeteksi mangsa yang ada, namun ikan ini mampu mengarahkan mata mereka ke depan ataupun memutar sehingga ikan dapat melihat dalam berbagai arah, yang tidak mungkin dilakukan jika bukan karena tengkorak transparan.

Ikan yang luar biasa ini mungkin makhluk paling aneh yang pernah ditemukan bersembunyi di laut dalam. Kadang-kadang disebut “ ikan hantu,” tidak diragukan lagi karena penampilannya yang aneh, barreleye memiliki kepala yang benar-benar transparan.

Kumbang transparan (Tortoise Shell Beetle)
Kumbang kura-kura emas (Charidotella sexpunctata) adalah spesies kumbang dalam keluarga kumbang daun, Chrysomelidae. Ini adalah asli Amerika. Kumbang yang luar biasa ini tidak benar-benar seluruhnya transparan, tetapi memiliki pelindung yang hampir tak terlihat. Tujuan dari kulit luar transparan untuk menipu predator potensial, karena mengungkapkan tanda-tanda pada punggungnya yang bertindak sebagai peringatan. Kumbang ini bisa 5 sampai 7 milimeter panjangnya, variabel dalam warna dari oranye ke emas dan sering metalik, sehingga mendapat julukan “ Goldbug”. Warna perubahan musiman, dan kumbang dapat berubah warna ketika terancam dengan mengubah aliran cairan antara lapisan cuticle. Kumbang kura-kura datang dalam banyak varietas yang berbeda, dan desain di kulit mereka bisa berbeda-beda dan indah.

Larva Belut Transparan (Leptocephalus)
Leptocephalus (yang berarti ” kepala ramping” ) adalah larva transparan dan datar dari belut laut, dan salah satu anggota dari super ordo Elopomorpha. Ini adalah kelompok teleosts yang paling beragam, mengandung 801 spesies, 156 genera, 24 family, dan 24 ordo. Ikan-ikan yang memiliki tahap larva leptocephalus antara lain adalah Conger, belut moray, belut taman, dan belut air tawar dari family Anguillidae.

Katak Transparan (Hyperolius leucotaenius)
Katak ini memiliki kulit transparan sehingga organ dalam dan bahkan telur-telurnya bisa terlihat. Spesies katak ini ditemukan di Sungai Elila, bagian tenggara Kongo. Hyperolius leucotaenius memiliki kepala berwarna hijau transparan serta tubuh berwarna bak plastik. Katak ini juga memiliki pola garis yang berwarna kuning serta ujung-ujung jari kaki yang berwarna oranye. Belum jelas alasan mengapa katak ini memiliki tubuh transparan

Bayi Gurita (A Juvenile Octopus)
Terdiri dari warna biru dan oranye, dengan cahaya seperti lampu kecil yang berkedap kedip. Bayi Gurita ini hanya selebar 2 cm.

Ikan Transparan Terlangka (Salpa Maggiore)
Ikan unik ini memiliki nama Salpa Maggiore dan memang sangat langka. Pemancing asal Selandia Baru yang menangkapnya sedang berenang di permukaan laut. Saat itu Stewart Fraser sedang mancing dengan putranya di 43 km sebelah utara Pulau Utara Karikari Peninsula dan mengiranya sebagai udang transparan. Sedangkan Deborah Cracknell dari Akuarium Nasional di Plymouth yakin ikan itu Salpa Maggiore atau Salpa maxima. Ikan itu memang jarang terdengar keberadaannya dan lebih banyak hidup di Samudra Selatan atau laut bersuhu dingin. Mereka makan fitoplankton dari lapisan atas yang diterangi matahari laut. Dapat dibayangan bagaimana Tuhan menyembunyikan berbagai hal yang luar biasa di alam ini, tak habis sampai disini, masih terdapat banyak lagi hewan transparan unik yang tersebar di belahan dunia.