Messi Tidak Bersinar Bersama Timnas Argentina

lionel messi

Messi Tidak Bersinar Bersama Timnas Argentina – Mungkin para pecinta sepak bola banyak yang bingung dan bertanya tanya mengapa Lionel Messi tidak bersinar jika bermain bersama timnas Argentina?,seperti di perhelatan Piala Dunia Rusia kemarin,messi dan timnas Argentina harus tersingkirkan lebih awal.Bagi saya, bintang pada sebuah produksi film adalah sutradara, karena ialah yang dipercaya oleh produser untuk memimpin sebuah tim produksi.

Para kru bagi saya adalah partner kerja saya, orang-orang terdekat yang akan menerjemahkan visi yang saya inginkan agar visualisasi yang saya inginkan bisa terjadi. Para pemain sekaliber almarhum Alex Komang sekalipun atau bahkan Slamet Rahardjo adalah seperti Lionel Messi atau Mohamed Salah hari ini, adalah para seniman yang saya biarkan berkreasi sesuai kesenangan mereka dalam koridor kerja yang saya inginkan.

Filosofi yang sama dimiliki juga oleh Sir Alex Ferguson, ia bahkan tegas menyatakan bahwa para pemain tanpa dirinya bukanlah siapa-siapa. Tanyakan pada David Beckham yang pernah merasakan dilempar sepatu olehnya ketika Becks mempertanyakan keputusan penggantian dirinya pada sebuah pertandingan. Bagi Fergie, perdebatan tentang keputusan yang harus ia ambil hanya boleh dilakukan oleh staf pelatih, para pemain adalah para seniman yang ia beri ruang berkreasi dalam skema yang ia berikan. Jadi, adu mulut tentang peran seorang pemain—sebesar apapun gaji dan pendapatan sponsornya—bukanlah tema yang gemar ia alami.

Barcelona menciptakan Lionel Messi menjadi seorang mega bintang yang hebat,mata awam akan memuja Messi setinggi langit. Padahal aksi terbaik diberikan oleh seluruh rekan Messi untuk membuat si mega bintang menjadi tampak fenomenal. Tak ada sifat jumawa pada Sergio Busquets, Anders Iniesta, Xavi Hernandez sampai Ivan Rakitic atau Luis Suarez saat ini karena kerja utama adalah hasil tim. Sang mega bintang boleh tersemat pada si Messias, tetapi hasil tim adalah hasil yang dicatat di papan-papan skor manapun.

Baca juga:

 

Ini sebab mengapa Messi tak pernah menjadi bintang di Argentina, selalu gagal memberikan yang terbaik. Di sana ia “dipaksa” untuk melayani teman-temannya, sementara si nomor 10 ini adalah orang yang terus dilayani di klub asalnya. Filosofi kerja keras tim menjadi lumer jika melihat apa yang mereka coba capai dengan menjadikan Messi sosok paling penting dalam tim. Seolah lupa bahwa para pemain lain adalah faktor tak kalah penting dalam permainan.

Jika Anda pernah menyaksikan The Darkest Hour karya Joe Wright, mungkin Anda akan semakin paham analogi saya ini. Bagaimana seorang Gary Oldman menjadi tampak beraksi luar biasa berperan sebagai Sir Winston Churchill dan kemudian menggondol gelar Aktor Terbaik Academy Award 2018.

Tak satupun aktor/aktris lain bermain cacat, tidak Ben Mendehlson, Kristin Scott Thomas, Ronald Pickup sampai Stephen Dillane, semua bermain prima luar biasa dengan satu misi tertentu, yakni menjadikan Gary Oldman tokoh utama yang akan terus dikenang oleh publik sinema dunia. Sama seperti hari ini dan di kemudian hari nanti kita akan mengenang Lionel Messi sebagai salah satu legenda sepakbola dunia yang nyaris selalu memberi aksi memukau.

 

 

Postingan Lainnya