Alasan Mengapa ISIS Disebut Kelompok Seksual yang Brutal

perdagangan manusia oleh isis

Informasi Unik Dunia – Sudah banyak sekali informasi tentang sepak terjang ISIS di kancah Internasional yang sangat terkenal akan kekejamannya.apalagi jika mereka telah merebut suatu wilayah,seperti yang terjadi baru baru ini.Kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan semakin mengganas terhadap perempuan yang menjadi penduduk wilayah kekuasaannya.

Tiap satu perempuan dipaksa menjadi budak seks untuk 20 anggota ISIS. Bahkan dalam sejumlah kasus, para perempuan melakukan operasi mengembalikan keperawanan sebelum diserahkan ke anggota ISIS lainnya.

Informasi itu terungkap Zainab Bangura, utusan PBB khusus kekerasan seksual dalam konflik. Menurutnya, gadis-gadis tak hanya menjadi korban kekerasan seksual, tapi juga menjadi korban perdagangan manusia. Kelompok perempuan di Suriah, misalnya, mereka diperdagangkan di ‘Bazar Budak’ sebelum mereka dikirim ke provinsi lain.

Zainab Bangura melakukan perjalanan ke lima negara dan mewawancarai puluhan perempuan dan gadis-gadis muda yang selamat pelecehan seksual yang brutal.

“Perempuan dan anak perempuan berisiko menjadi korban seksual,” katanya dilansir Daily Mail, Ahad.

“ISIS memiliki tipe kekerasan seksual yang brutal. Mereka menjadikan perempuan sebagai aspek sentral dari ideologi dan operasi mereka, menggunakannya sebagai taktik terorisme untuk memajukan tujuan strategis mereka,” kata Zainab menambahkan.

Penelitian Bangura dilakukan dalam periode antara 16 sampai 29 April. Dia telah mengunjungi Suriah, Irak, Turki, Libanon dan Yordania. Ini, kata dia, bukan pertama kalinya kekerasan seksual oleh para pejuang ISIS.

Baca juga:

 

 

Pada bulan Februari, dilaporkan para militan ISIS di Suriah mencari pengobatan medis untuk meningkatkan kecakapan seksual, demi menunjukkan kebrutalan terhadap istri-istri mereka.

Akan hal inilah yang membuat Dewan Keamanan PBB,mengeluarkan pernyataan meminta semua negara anggota PBB memerangi perdagangan manusia, terutama yang perbudakan seks yang dilakukan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS atau ISIS), Tentara Perlawanan Tuhan (Lord’s Resistance Army / LRA) dan kelompok Islam Boko Haram sebagai pelaku utama.

“Dewan Keamanan mencatat dampak perdagangan manusia dalam konflik bersenjata terhadap perempuan dan anak-anak, dan meningkatnya kerentanan terhadap kekerasan berbasis seksual dan jender,” kata badan beranggota 15 negara dalam pernyataannya.

Dewan Keamanan PBB sebelumnya membahas perdagangan manusia dalam konflik, dan menyebut secara khusus ISIS sebagai pelaku perdagangan manusia terhadap perempuan dan anak-anak Yazidi di Irak.

“Mari kita perjelas apa yang kita bicarakan hari ini: perdagangan manusia adalah perbudakan di era modern,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Jan Eliasson kepada Dewan. “Perbudakan bukan hanya kekejian masa lalu. Jutaan orang hidup hidup sebagai budak atau dalam kondisi seperti budak saat kita bicara hari ini, di tahun 2015.’’

Dewan menyerukan negara anggota PBB untuk sepenuhnya melaksanakan semua resolusi yang relevan, untuk mencegah dan memerangi perbudakan manusia. Dewan juga meminta negara anggota meratifikasi Konvensi PBB Menentang Kejahatan Transnasional Terorganisir dan Protokol untuk Mencegah, Menekan dan Menghukum Perdagangan Manusia, Khususnya Perempuan dan Anak. (un.org).

Postingan Lainnya